Text Non-Fiction
Menjiwai dimensi waktu ala Datuak Majo Nan Sati
Nabi Adam; awal mula manusia diciptakan dari segumpal tanah, dan diciptakan Hawa dari unsur Adam itu sendiri. Berasal dari segumpal tanah lalu diteruskan melalui segumpal darah berkembang menjadi banyak. Secara ekologi akhirnya berkembang biak dan membentuk komunitas, dari komunitas ini manusia berkembang menjadi suku bangsa hingga berdirinya negara-negara. Sepanjang sejarahnya waktu sudah ada sebelum manusia diciptakan serta makhluk-makhluk yang lain. Dalam perjalanannya tidak didapati informasi pada kita hari ini apakah jumlah waktu yang awal mula ada masih sama durasinya dengan waktu saat ini. Manusia hanya dapat mengukur waktu, hitungan berdasarkan detik, menit, dan jam. Dunia ini dikelilingi oleh waktu, siang, malam, pagi, petang. Dan Allah telah bersumpah dengan waktu-waktu tersebut. Bersama waktu manusia hidup, dan dengan waktu juga manusia mengakhiri hayatnya. Berkomitmen dengan waktu mengakhirinya juga dengan waktu.
Tidak tersedia versi lain